Mediapublik.press (Daerah) - Surabaya (Jatim) Pemprov Jawa Timur di desak Komisi E DPRD Jatim, untuk membina dan menyediakan pekerjaan bagi mantan psk yang di pulangkan dari Papua, tujuan nya agar mereka yang telah di pulangkan ke daerah asal tidak melacur kembali. " Kami minta Pemprov Jatim bisa menyediakan lapangan pekerjaan pada eks psk asal Papua tersebut, jangan sampai mereka kembali melacur karena tak memiliki penghasilan", kata Ketua Komisi E DPRD Jatim, Dr Agung Mulyono.
Ia menjelaskan dampak sosial dan dampak kesehatan juga harus diperhatikan Pemprov, pasalnya Papua adalah Provinsi dengan penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, dengan begitu resiko penularan penyakit tersebut dapat di antisipasi jangan sampai menjalar ke Jatim., dia menghimbau agar Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinsos dan Dinkes bersinergi dan berkordinasi dalam menanggulangi dampak pemulangan eks psk tersebut.
Diantara pemeriksaan ulang kesehatan mereka apakah terjangkit HIV/AIDS atau tidak, kalau ada segera di karantina dan mendapatkan penanganan Medis. Kalau mereka terbebas dari HIV/AIDS, harus diawasi dan diberi penyuluhan oleh Dinkes di Kabupaten/kota sesuai domisili mereka. Seperti di ketahui sebanyak 277 eks psk asal Jatim, di pulangkan dari Papua dengan menggunakan KM Gunung Dempo.
Mereka langsung di jemput dan di antarkan ke Daerah asal seperti Malang, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, dan Tulungagung, rencananya akan datang lagi 208 eks psk asal Jatim yang di pulangkan dalam tahap kedua.Di mana pemulangan ini untuk mendukung program Indonesia bebas prostitusi yang di canangkan Kementerian Sosial. (albert)
Ia menjelaskan dampak sosial dan dampak kesehatan juga harus diperhatikan Pemprov, pasalnya Papua adalah Provinsi dengan penderita HIV/AIDS tertinggi di Indonesia, dengan begitu resiko penularan penyakit tersebut dapat di antisipasi jangan sampai menjalar ke Jatim., dia menghimbau agar Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, seperti Dinsos dan Dinkes bersinergi dan berkordinasi dalam menanggulangi dampak pemulangan eks psk tersebut.
Diantara pemeriksaan ulang kesehatan mereka apakah terjangkit HIV/AIDS atau tidak, kalau ada segera di karantina dan mendapatkan penanganan Medis. Kalau mereka terbebas dari HIV/AIDS, harus diawasi dan diberi penyuluhan oleh Dinkes di Kabupaten/kota sesuai domisili mereka. Seperti di ketahui sebanyak 277 eks psk asal Jatim, di pulangkan dari Papua dengan menggunakan KM Gunung Dempo.
Mereka langsung di jemput dan di antarkan ke Daerah asal seperti Malang, Banyuwangi, Jember, Lumajang, Blitar, dan Tulungagung, rencananya akan datang lagi 208 eks psk asal Jatim yang di pulangkan dalam tahap kedua.Di mana pemulangan ini untuk mendukung program Indonesia bebas prostitusi yang di canangkan Kementerian Sosial. (albert)
Copy

0 comments:
Post a Comment