Mediapublik.press (Daerah) - Limboto barat (Gorontalo) Bicara soal pemenuhan gizi beragam, berimbang, menjadi satu hal tak pernah terabaikan oleh Pemerintah, khususnya bagi kalangan kesehatan. Masalahnya pemenuhan gizi telah menjadi salah satu kebutuhan dasar serta menjadi kunci utama terjaminnya kelangsungan aktifitas masyarakat. Atas alasan itulah, jajaran petugas kesehatan Kecamatan Limboto Barat menjadikan ubi kayu sebagai salah satu bahan pemberian makanan tambahan (PMT) bagi balita.
Pencanangan PMT itu pun kemudian dicanangankan dalam pelaksanaan GM di Kecamatan Limboto Barat, Jumat (28/08), Bupati David Bobihoe Akib juga diminta memberikan nama atau label terhadap produk baru makan tambahan balita yang berupa puding.
Olahan dengan bahan dasar ubi kayu, dikemas rapi terkesan menarik dan higienis. Bupati David pun memberikan nama POKAS (Podeng Kasubi) untuk produknya, yakni ringkasan dari penyebutan masyarakat lokal terhadap puding, atau podengan, dan kasubi (ubi). “Pokas...!”, seru Bupati David setelah mencicipi puding sesaat sebelum dicangankan. Bahkan Wakil Bupati Tonny S. Junus pun tak mau ketinggalan menikmati penganan itu.
Menurut salah seorang petugas kesehatan, Pokas (Nama yang diberikan Bupati David) sebagai pemberian makanan tambahan mengandung gizi yang tak kalah dengan produk lainnya. “ Penganan ini diramu dengan baik sehingga tak kalah kandungan gizinya dengan produk dari bahan agar-agar. Ini salah satu alternatif, mudah, murah, menunjang kearifan lokal,” ujarnya.
Dalam pencanangan inovasi PMT, Jumat (28/08) kemarin, Bupati David pun berharap jajaran kesehatan di seluruh wilayah kecamatan se-Kabupaten Gorontalo dapat mengadopsinya. “ Perlu untuk jajaran kesehatan untuk melakukan pelatihan singkat menganai produk PMT baru ini”, tambahnya. (okta)
Copy

0 comments:
Post a Comment