Mediapublik.press (Nasional) - Jakarta Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti menjelaskan pihaknya sudah mengirim surat kepada Panglima TNI agar personel Korps Brimob Polri di ikutkan dalam Pendidikan latihan Pusdiklat Kopasus Batujajar, Bandung, Jawa barat.
Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan "perang gerilya" pasukan Brimob agar mahir memberangus teroris di hutan. Termasuk memberangus kelompok teroris santoso cs, di hutan belantara Sulawesi Tengah.
Menurut Kapolri memang Polri membutuhkan suatu kemampuan untuk melakukan penjajakan dan operasi di hutan. Sebab operasi menumpas teroris di hutan berbeda dengan di Kota, kemampuan itu yang di butuhkan Brimob.
" Bagaimana kita bertahan,bagaimana sistem evakuasinya semuanya harus kita pelajari." kata Haiti di Mabes Polri, Sabtu (22/08).
Namun upaya Polri meminta latihan bersama TNI itu belum terwujud. Menurut Kapolri Panglima TNI sudah memberikan jawaban bahwa latihan tidak di lakukan di Batujajar dengan latihan kualifikasi Rider. Melainkan hanya di Resimen Induk Daerah Militer yang ada.
" Saya pikir kalau Rindam sama dengan latihan -latihan biasa yang lain. Oleh karena itu kami terima tawaran dari beberapa negara." jelasnya.
" Kalau memang dari TNI tidak melakukan,kami bisa dari beberapa negara lain.Salah satunya Inggris. Nantinya Pasukan Brimob akan di latih di suatu tempat tertentu oleh pelatih dari Inggris. Pelatih dari Kepolisian ada,dari militer juga ada", kata Kapolri.
Latihan itu lanjut Jenderal berbintang empat ini di sesuaikan dengan kemampuan yang di mintakan Polri untuk personil-personil Brimob. Menurut Kapolri sejauh ini pihaknya masih terus menjajaki komunikasi dengan Inggris. (albert)
Copy

0 comments:
Post a Comment