Mediapublik.press (Pendidikan) – Jakarta Disisi lain karena kurangnya jelasnya Proses Verifikasi dan sosialisasi bagi penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) akhirnya berdampak pada Andriani (40) Janda Warga RT 6/9 Kelurahan Rawabadak Utara, Kecamatan Koja Jakarta Utara, disaat rekan-rekannya sesama orangtua murid tengah mencairkan dana bantuan Kartu Jaminan Pendidikan (KJP), ia terpaksa gigit jari sambil menangis.
" Sedih mas, pas mau ambil dana kata petugas Bank DKI nama anak saya dicoret tidak bisa menerima bantuan KJP", tuturnya sambil menangis sedu saat ditemui digedung Sudin Pendidikan wilayah I Kantor Walikota Jakarta Utara.
Ia juga merasa heran, tanpa ada sebab dan pemberitahuan bantuan tersebut langsung dicoret. " Saya bingung kok nama anak saya tiba-tiba dicoret tanpa ada pemberitahuan. Padahal anak saya masih membutuhkan biaya, sedangkan saya hanya penjual mie rebus, mana bapaknya sudah meninggal. Rumah saja kita numpang" ujar Andriani yang memiliki satu orang anak yang duduk di kelas 2 Mts Al-Mujahirin.
“Dirinya berharap kepada Pemda DKI Jakarta, agar bantuan tersebut dapat diterimanya kembali. Ini demi pendidikan anak satu-satunya. "Kalau sudah begini saya harus mengadu kemana?, saya sudah tidak ada lagi yang mencari nafkah. Saya harap bantuan KJP itu tidak di hapus.Silahkan cek saja rumah saya" tuturnya. (eko)
Copy

0 comments:
Post a Comment