Mediapublik.press (Daerah) – Jakarta Aksi pelemparan batu terhadap mobil Camat Pademangan Yusuf Madjid ketika sedang melakukan penertiban Pedagang Kali Lima (PKL)di Jalan Hidup Baru Rw.04 Kelurahan Pademangan Barat Kecamatan Pademangan Jakarta utara Rabu (19/08).
Camat Pademangan Yusuf Madjid menjelaskan mobil jip warna merah no pol B 23 PN,kaca belakangnya pecah akibat dilempari PKL ketika sedang melakukan operasi penertiban PKL, pelaku pelemparan sudah diamankan oleh petugas, ujar Yusuf Madjid.
“ Saya heran kepada PKL kok jadi beringas, padahal saya sudah lakukan tindakan secara persuasif, mungkin ada yang memprovokasi jadi PKL marah “, tandasnya.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara Iyan Sophian Hadi membenarkan kejadian tersebut. Hal ini terjadi ketika kecamatan Pademangan dan Satpol PP sedang melakukan penertiban PKL yang sering menimbulkan kemacetan di Jalan Hidup Baru Rw.04 Kelurahan Pademangan Barat dan melanggar Perda 8 Tahun 2007 tentang ketertiban Umum.
“ Namun kami akan terus melakukan penertiban di daerah itu dan akan terus kami lakukan penjagaan agar wilayah tersebut tidak ditempati lagi oleh PKL”.Demikian, penjelasan Iyan Sophian Hadi. (Eko)
Camat Pademangan Yusuf Madjid menjelaskan mobil jip warna merah no pol B 23 PN,kaca belakangnya pecah akibat dilempari PKL ketika sedang melakukan operasi penertiban PKL, pelaku pelemparan sudah diamankan oleh petugas, ujar Yusuf Madjid.
“ Saya heran kepada PKL kok jadi beringas, padahal saya sudah lakukan tindakan secara persuasif, mungkin ada yang memprovokasi jadi PKL marah “, tandasnya.
Sementara itu Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jakarta Utara Iyan Sophian Hadi membenarkan kejadian tersebut. Hal ini terjadi ketika kecamatan Pademangan dan Satpol PP sedang melakukan penertiban PKL yang sering menimbulkan kemacetan di Jalan Hidup Baru Rw.04 Kelurahan Pademangan Barat dan melanggar Perda 8 Tahun 2007 tentang ketertiban Umum.
“ Namun kami akan terus melakukan penertiban di daerah itu dan akan terus kami lakukan penjagaan agar wilayah tersebut tidak ditempati lagi oleh PKL”.Demikian, penjelasan Iyan Sophian Hadi. (Eko)
Copy

0 comments:
Post a Comment